top of page

Ajaran Mamak 2

  • Writer: lailanabilalhuda
    lailanabilalhuda
  • Jan 7, 2024
  • 2 min read
"Sai, mamak minta tolong kau antarkan buah nangka ini ke Pak Barun dan Pak Ucup. Setelah itu Lek Jum dan Mbak Eci. Bilang ini hasil tanam kebun rumah."

Mamak dan Babe tak pernah luput mengajarkan tentang berbagi. Kalau sedang panen buah nangka atau buah mangga, babe selalu menyuruhku pergi ke tetangga-tetangga. Kalau sedang bulan puasa, mamak selalu menyiapkan bahan takjil dan sembako untuk dibagikan.


Kata mamak, keluarga kami diberikan kecukupan untuk bisa sekolah dan makan, juga anggota keluarga dan anggota badan yang utuh. Ada salah satu tetangga, Pak Barun namanya, satu tahun yang lalu matanya tak dapat berfungsi lagi. Ada juga Lek Jum yang masih semangat meskipun usia tak lagi muda.


Kata babe juga, meski keluarga kita bukan keluarga kaya, tapi tetap harus banyak-banyak bersyukur. Ternyata banyak yang kondisinya tidak lebih baik dari keluarga kita.


Oleh sebab itu, mamak dan babe selalu bersemangat jika memintaku dan adik-adik untuk berkemas barang yang akan dibagikan kemudian berputar ke tetangga untuk berbagi kebahagiaan. Tak perlu dengan barang mewah, bahkan hasil dari kebun sendiri yang melimpah ruah dapat memberikan seutas senyum dan mata berbinar dari tetangga kami.


"Mamak harap, besok ketika kau beranjak dewasa, kau juga mudah membantu teman apabila dalam kesulitan. Atau kau dapat berbagi jika punya rejeki berlimpah." Mamak berujar dengan tangan sibuk memilin tas kresek berisikan buah nangka.


"Doakan, Mak. Semoga tetap bisa memberi." Aku menimpali sambil memisahkan buah nangka dengan kulitnya.


"Toh, juga yang di dunia hanya titipan, Sai. Ada banyak hak orang lain yang dititipkan pada kita. Kalau kita tak memberikan hak itu, sama saja dengan kita memakan hak mereka." Babe menambahkan.


"Mamak selalu merasa bahagia, Sai. Ketika mamak dan babe tak hanya merasakan nikmat ini sendiri, tapi juga berbagai kenikmatan dengan para tetangga. Sungguh bahagia."

Recent Posts

See All
Azka dan Rubi #4

Tim Tari Saman sekolah memutuskan untuk merekam penampilan perdana kami di aula tengah. Setelah berdiskusi dengan guru, tempat itu dirasa...

 
 
 
Azka dan Rubi #3

“Azkaaa....” Yani berteriak sejak memasuki pintu kelas. Tidak ada lagi yang kaget dengan teriakan pagi Yani karena teman-teman kelasku...

 
 
 
Akhir Pemberhentian

“Ini cuma dunia saja, Sai! Kamu selalu bilang ke aku kalau tujuan akhir kita itu akhirat, kan?” Pernyataan yang sering aku ulang-ulang...

 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post
  • Twitter
  • Instagram
  • Tumblr

©2021 by notesthebook. Proudly created with Wix.com

bottom of page