REVIEW FILM: "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini"
- lailanabilalhuda
- Jan 7, 2024
- 2 min read
Bagus. Bisa bikin aku meleleh. Selama nonton ini, aku lebih banyak memposisikan diri sebagai si anak. Tentang perasaan saling iri dengan saudara sendiri. Tentang perasaan aku tidak diberi kebebasan berekspresi. Tentang tidak tahu bagaimana memutuskan dan bertanggung jawab. Tentang tidak saling terbuka dan bertukar tawa.
Bikin mikir alias bikin penasaran. Alur filmnya maju-mundur (campuran). Potongan-potongan ceritanya disampaikan putus-putus. Menurutku yang paling bikin menarik dari film ini salah satunya yaitu alurnya. Penonton seakan dibuat penasaran mengenai awal dan akhir karena ada satu pokok masalah yang coba disembunyikan oleh penulis. Pokok masalah itu kemudian dibungkus dengan apik oleh sutrada dalam gambaran filmnya. Aku gamau spoiler tentang cerita di film ini. Ekek.
Kadang kita sebagai keluarga hanya perlu saling terbuka. Menyampaikan keresahan dan kebahagiaan antara satu dengan yang lainnya. Baik orangtua maupun anak-anaknya.
Ada satu kutipan yang aku suka dari film ini. "Bahagia itu tugas diri lo sendiri, bukan tugas orang lain." Ya bener sih, haha. Yang tahu lo bahagia atau engga ya kamu sendiri. Yang tahu gimana cara biar diri lo bahagia ya cuma kamu, bukan orang lain!
Trus ada lagi, perasaan bahagia sama sedih itu perlu dilatih. Toh, manusia ga bisa kan punya rasa bahagia terus? Jikalau dipaksa bahagia padahal seharusnya sedih gimana coba? Karena manusia itu punya perasaan dan bukan robot, jadi antar rasa bahagia dan sedih itu engga kayak tombol on/off yang bisa seenaknya diatur dan dipencet. Butuh dikenalkan, dilatih, dan diekspresikan. Supaya mentalnya sehat. Supaya tetap bahagia.
Hmmm.
Satu. Manusia selalu membutuhkan komunikasi. Utarakan apa keinginanmu. Cari jati dirimu. Tentukan tujuannya.
Dua. Latih mengelola setiap perasaan. Supaya kau kenal bagaimana kerasnya dunia. Supaya tidak terlalu sakit jika sudah jatuh. Supaya tahu rasanya berjuang dan dicintai.
Tiga. Jangan terlalu dalam menyalahkan diri sendiri. Itu akan menyakitkan.
Empat. Dengarkan perasaan orang-orang di sekitarmu. Bisa jadi masalahmu tidak seberapa besar dibandingkan dengan mereka.
Lima. Banyak-banyaklah bersyukur karena sudah diberikan nikmat hidup yang luar biasa ini.
"Jika hari ini engkau merasakan kejanggalan, itu bisa menjadi cerita hebat di masa depan. Maafkanlah. Berdamailah dengannya dengan sepenuh hati. Besok, ia akan menjadi cerita yang menarik dan pelajaran berharga untukmu. Esok, jangan kau lupakan kejadian tentang hari ini. Supaya esok kau bisa lebih baik dan tidak mengulang kesalahan lama."
Comments