Review Film: Mencuri Raden Saleh
- lailanabilalhuda
- Jan 7, 2024
- 1 min read
Awalnya, aku kira ini adalah film sejarah. Ya, memang, sebelum memutuskan menonton aku tidak melihat trailer atau review dari orang-orang terlebih dahulu. Alasannya; takut spoiler. Tapi aku tak sengaja melihat satu review dari seorang guru yang merekomendasikan film ini yang cukup bagus. Dan dari situlah aku memutuskan untuk melihatnya.
Mencuri Raden Saleh (selanjutnya MRS) adalah film yang bergenre heist, action, dan ku kira ada sedikit komedi yang turut menjadi pelengkap dan penyempurna. Beberapa kali bahkan ruangan bioskop riuh dengan gelak tawa. Tapi tak jarang juga muncul adegan-adegan mendebarkan hingga membuat teriakan-teriakan kaget seisi ruangan.
Film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko ini menurut saya penuh dengan susunan strategi. Setting dan alur ceritanya tidak kalah seru dengan film-film bergenre action lainnya. Saya bahkan bisa ikut berpikir selama menonton, terkaget, dan takjub dengan setiap adegannya.
Tentu tidak lupa, aku belajar bagaimana cara bersiasat atau berstrategi dengan baik. Mengukur kelebihan dan kekurangan dari setiap pilihan yang akan diambil. Mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi di luar rencana. Dan tak lupa, kontingensi.
Oh, ya, aku juga suka dengan sudut pengambilan gambar dalam MRS. Yaa, aku memang bukan anak per-film-an, tapi sangat puas dengan kualitas audio visual dan akting para tokohnya. Apalagi tentang lucu dan kentalnya persahabatan antara Piko dan Ucup.
Ah, hampir lupa. Ada satu adegan yang membuatku benar-benar mengelus dada dan relate dengan keadaan saat ini. Adegan pada saat Penguasa dapat dengan mudah mengambil, merencanakan, mendominasi, bahkan mengancam orang-orang sipil. Harus banget jadi highlight buat terus diingat.
Comments