top of page

Rahasia Besar Tentang Si Kunir

  • Writer: lailanabilalhuda
    lailanabilalhuda
  • Jan 23, 2022
  • 2 min read

Kunir, dalam bahasa Jawa, atau lebih populer dengan nama kunyit ini pasti sudah tak lagi asing di telinga teman-teman. Apa yang muncul pertama kali kalau mendengar kunyit? Kalau saya, yang teringat pertama kali yaitu jamu, ya, minuman obat tradisional bernama kunyit asam atau lebih familiar dengan kunir asem. Tidak hanya jamu, berbagai menu makanan Indonesia seperti gulai, opor, soto, hingga tempe mendoan menggunakan kunyit sebagai campuran untuk penyedap rasa dan pewarna kuning alami. Sudah bisa merasakan kelezatan makanan berwarna kuning itu belum, teman? Pasti enak sekali jika padukan dengan nasi hangat.

Ternyata, persebaran kunyit ini tidak terbatas pada jamu dan makanan khas Indonesia, lho. Persebaran kunyit banyak digunakan di dunia industri seperti untuk pewarna kain, wol, sutra, tikar, dan berbagai kerajinan lainnya. Dalam dunia kecantikan, kunyit juga digunakan sebagai campuran lulur dan bedak. Bahkan di Eropa, kebutuhan kunyit cukup besar dan digunakan untuk mewarnai mentega, keju, dan mustard.

Kunyit punya nama keren Curcuma domestica Va. Kata Curcuma ternyata berasal dari bahasa Arab kurkum atau kuning. Si Curcuma ini merupakan tumbuhan dengan batang semu dan basah karena ia bisa menyimpan air dengan baik. Kunyit berdaun tunggal dengan tulang menyirip, ujung dan pangkalnya runcing, serta bertangkai panjang. Tingginya bisa mencapai 1,5 meter dengan panjang daun sekitar 20-40 centimeter. Rimpang berwarna kuning ini bisa dipanen pada usia 10-12 bulan atau 20-24 bulan setelah tanam.

Khusus bagi kaum wanita yang kerap merasakan nyeri haid, rimpang kuning ini bisa mengurangi rasa sakit. Olahan jamu kunyit asam bisa konsumsi rutin atau cukup diiris tipis dan di rebus dengan air mendidih untuk diminum. Selain mengurangi nyeri haid, kunyit juga bisa menghilangkan bau badan, dan bagus untuk menyediakan serat bagi tubuh.


Kurkumin atau zat yang menyebabkan rimpang ini berwarna kuning ternyata memiliki banyak sekali khasiat dan manfaat, ya teman. Meskipun kunyit ini memiliki rasa yang sedikit pahit dan sedikit pedas tapi setelah diteliti, banyak efek farmakologis seperti melancarkan peredaran darah, menghilangkan sumbatan peluruh haid, peluruh kentut, anti bakteri, anti radang, mempermudah proses persalinan, memperlancar pengeluaran empedu, dan sebagai pelembap.

Luar biasa, ya. Allah menciptakan rimpang kecil yang besar manfaat untuk manusia. Sebegitu sayangnya Allah kepada kita dengan memberi kebutuhan tanpa diminta. Tidak hanya besar khasiat dan manfaatnya, kunyit juga bisa dibudidayakan dengan mudah, seperti di pekarangan rumah. Kalau butuh, bisa tinggal cabut dan dijadikan bumbu soto untuk makan siang atau dijadikan jamu kunir asem untuk pelepas dahaga.

Referensi:
Rahardjo, M., & Rostiana, O. (2005). Budidaya tanaman kunyit. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika. Bogor.
Said, A. (2007). Khasiat dan manfaat kunyit. Ganeca Exact.

Comments


Post: Blog2_Post
  • Twitter
  • Instagram
  • Tumblr

©2021 by notesthebook. Proudly created with Wix.com

bottom of page